Hujan Dari Kunci G

Smoke Get in Your Eyes dari The Platters memulai dini hari kami.

Halaman belakang terlihat sedikit berantakan. Cangkir-cangkir bekas anggur merah semalam masih di sana, juga sisa-sisa makanan kecil dan layar karaoke masih tersetel sempurna. Kami mengaturnya sedemikian rupa- menembak proyektor ke dinding kosong dan mencari lagu dan lirik dari internet lalu bernyanyi bersama, untuk mengisi malam yang sedikit diguyur hujan dan kesenangan atas suksesnya pengajuan dana. Tapi saat ini, semua orang sudah tak sadar dengan senyum setengah sadar mereka karena kenyang minum. Kecuali aku dan seorang lagi yang sedari tadi memetik senar-senar gitar kecil yang ada di tangannya. Rambut keritingnya tergerai jatuh di bahu. Ada beberapa rambut putih yang jadi penghias di sana. Bukan karena laki-laki itu sudah tua, tapi ia pemikir keras kurasa. “Masuk jurusan teknik komputer saja, nanti akan keriting dengan sendirinya,” begitu katanya ketika aku memuji mahkotanya itu dengan nada iri. Tapi itu hanya di percakapan tak tatap muka.

“Belum tidur?” dia bertanya. Begitu kira-kira percakapan kami yang tatap muka sebenarnya dimulai.

“Belum.” begitu saja jawabku. Aku tak tahu harus bicara apa selanjutnya.

Kami pun mengheningkan cipta selama beberapa detik. Kemudian tangannya dengan segera meraih laptop yang ada di depan kami. Diketiknya sebuah judul lagu untuk membunuh canggung. Lalu dentingan piano Gymnopedie komposisi 1 dari seorang pianis dan komposer besar asal Prancis, Erik Satie pun seketika menjadi musik pengiring hujan yang tak juga henti. Orang-orang sering menggunakan komposisi musik ini sebagai latar suara di manapun. Mungkin itu yang membuatku merasa alunan itu sangat akrab di telingaku. Bukan seperti kebanyakan lagu-lagu yang ia dengar, yang jarang kutahu. Oh, dia si tuan referensi. Dia tahu banyak hal; film dengan estetika, literatur tak biasa, hingga musik-musik yang membuatku terpana. Lalu Glenn Gould plays Bach melanjutkan peran pengiring hujan.

“Enak ya, dengerin ini hujan-hujan gini?” tanyanya padaku

“Banget.” jawabku tersipu sambil mencoba mengalihkan mataku dari pandangannya. Jelas saja aku tersipu, memutar musik klasik di kala hujan dan hanya berdua, apa dia sedang merayuku? Ah, laki-laki Aries ini sumgguh sulit diterka.

“Cayman Island-nya Kings of Convenience, gimana? Ayo coba diiringi pake gitar..” penawaran yang membuatku makin berdebar. Baru sehari yang lalu kami membahas grup akustik duo beraliran indie folk-pop yang berasal dari Bergen, Norwegia ini. Aku ingat ada 3 judul yang dia suka dari KOC, Homesick, Me In You, dan.. Cayman Island. Dan masih dari chat, bukan obrolan langsung. Ternyata ia suka cara Erlend Øye dan Eirik Glambek Bøe bermain gitar, dan dia mempelajari kuncinya. Langsung kubayangkan kami berdua ada di sebuah ruangan yang dipenuhi lampu hias, seperti yang ada di video musik lagu tersebut.

Hujan rintik menggubah romantik. Selama bernyanyi, mataku terus melirik ke jari-jarinya yang lihai memetik memainkan nada. Sesekali memandangi bibir yang menutupi gigi kelincinya. Kausnya yang menutupi leher membuat tampilannya semakin memesonaku. Ah, aku pemuja rahasianya. Namun karena aku ada di bawah naungan zodiak Cancer, rahasia itu tampak seperti tak rahasia, sama sekali. Aku terpana olehnya.

Leonard Cohen, seorang penyair asal Kanada yang juga menyanyi, adalah salah satu nama yang sering disebutnya. Memang awalnya adalah seorang pembuat syair dan novel, membuatnya tak ingin protes soal vokal, pendengar akan terburu dibuai dengan puitisnya kata-kata yang dirangkai dalam lagu-lagu Cohen. Hey, That’s No Way to Say Goodbye, dan Suzzanne diputarnya saat itu. Membuat aku bisa berkata kalau dua lagu itu yang paling dia suka. Aku pun tanpa sadar juga mencari tahu tentang apa saja yang dia dengar. Banyak hal rasanya yang mengudara di kesempatan ini. Kesempatan yang sangat langka terjadi. Terjaga bersama, hanya berdua. Yah, meskipun ada orang-orang terlelap di sekitar. Tapi malam menjelang pagi itu milik kita berdua. Meskipun dia milik seseorang, tapi tidak di malam ini.

Tonight You Belong to Me

I know (I know) you belong
To somebody new
But tonight
You belong to me

Although (although) we’re apart
You are a part of my heart
But tonight
You belong to me

Way down by the stream
How sweet it will seem
Once more just to dream
In the moonlight

My honey I know
With the dawn
That you will be gone
But tonight
You belong to me

But tonight
You belong
To me